Bersibuk memantaskan diri karena jodoh, bukan lagi karena Allah.
Terbakar semangat menikah, tanpa menyadari niat berbelok, tak lagi untuk
ibadah. Mulai gelisah menapaki pencarian, mengabaikan penguatan ketaatan dalam
kesendirian.
Padahal ketahuilah episode “sendiri” itu Allah berikan sebagai
sebuah kesempatan untuk mengeksplorasi kehidupan. Episode “sendiri” juga
merupakan kesempatan untuk memupuk ketaatan, sebagai bekal persiapan pulang. Ia
bukanlah sebuah kutukan, sehingga pantas sebagai cibiran. Bukan .
Tenang saja, diam, kalem, santai, semua sudah di atur. Di atur
dengan sebaik-sebaiknya, dengan setepat-tepatnya. Tak perlu gelisah, khawatir
jadi salah arah, tak perlu terburu-buru, khawatir jalan tempuhnya keliru.
Jangan terbawa arus, meski di luar sana banyak sekali “kompor”
yang nyaris membuat hangus. Santai saja, lagipula mereka di luar sana belum
tentu ikut bertanggung jawab apabila diri salah niat. Kuatkan hati, sambil
berbenah diri.
Tapi hati-hati jangan sibuk memantaskan diri karena jodoh, bukan
lagi karena Allah. Sebab jika tujuannya demikian. Sesungguhnya kita telah
membatasi karunia Allah tanpa sadar. Jika Allah ridho, karunia yang di
berikanNya bisa jauh lebih luas dari itu. Berbenahlah dengan ikhlas, demi
menggapai kemuliaan dan kehidupan terbaik dunia serta akhirat.
Ingatlah, kita akan di uji oleh sesuatu yang benar-benar kita
cintai. Bisa jadi sebab Allah cemburu, hamba yang mulanya begitu mencintaiNya
sedang lupa dan lalai tanpa sadar. Maka doaku, doamu, dan doa siapapun yang
setuju berharap diri tak keliru menyadarkan harapan, pada yang tak seharusnya. Berharap
hati tak dilabuhkan pada tempat yang tak semestinya. Berharap Allah menggenggam
segala rasa yang tak perlu tercurah bila itu belum saatnya.
Andaipun bila kelak di pertemukan berharap kecintaan kepadanya
tak lebih tinggi dari kecintaan kepadaNya. Sebab jika Allah tidak ridho, tentu
tak sulit bagiNya mengambil kembali apapun yang kita rasa sudah di miliki dengan
tetap menempatkan Illahi Robbi, di posisi tertinggi hati.
Jangan keliru atas hakikat memantaskan diri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar